SISTEM EKONOMI INDONESIA
1.3 Kapitalisme dan Sosialisme
Sistem Perekonomian kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Adanya kegiatan invisible hand/ tangan-tangan yang tidak kelihatan yang dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Buku adam Smith yang berjudul ‘The Theory of Sentiments’ menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonomi (1759). Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menagnut paham ‘Laissez faire’, yang mengendaki kebebasan melakukan ekonomi, dengan seminim mungkin campur tangan.
Sistem Perekonomian sosialisme adalah suatu sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang
untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan
perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas,
dan lain sebagainya. Dalam
sistem sosialisme, ekonomi dan perindustrian dikawal oleh pekerja/majoriti yang
menjadi kaum pemerintah walaupun kapitalis masih ada manakala sistem komunisme
adalah sistem di mana tiada pembedaan kelas lagi dan di mana semua manusia
adalah samarata.
Manetsch dan Park(1979) dikutip dalam Eriyatno. 1999.
“Ilmu Sistem: Meningkatkan Mutu dan Efektivitas Manajemen”. Jilid Satu. IPB
Press, Bogor.
Setyawan ,Aris Budi. “Perekonomian Indonesia”.
Universitas Gunadarma, Depok
Dasar Dasar Ilmu Politik Oleh Prof.Dr. Miriam
Budiardjo.Penerbit PT. Gramedia, 1982, Jakarta.

0 komentar:
Posting Komentar